Puisi Cinta Dalam Pawana Dilangit Jingga

 0
Puisi Cinta Dalam Pawana Dilangit Jinggaby Ghazali Kareem Iffredistaon.Puisi Cinta Dalam Pawana Dilangit JinggaEmail Print Kumpulan puisi cinta telah begitu hebat mewarnai kisah insan bernyawa. Tutur bahasa nan elok mencuat memecut diri. Meraba bingkai malam nan indah berseri. Bersama deburan ombak menyasar selokan tinta emas para pujangga. Ubun-ubun penuh cinta, penuh hasrat berlumur kata. Berharap dalam ketergenggaman yang lembut. Dalam perjalanannya syair bernuansa cinta telah melekat dalam pena […]
Kumpulan puisi cinta telah begitu hebat mewarnai kisah insan bernyawa. Tutur bahasa nan elok mencuat memecut diri. Meraba bingkai malam nan indah berseri. Bersama deburan ombak menyasar selokan tinta emas para pujangga. Ubun-ubun penuh cinta, penuh hasrat berlumur kata.

Berharap dalam ketergenggaman yang lembut. Dalam perjalanannya syair bernuansa cinta telah melekat dalam pena hidup manusia. Kita tak perlu menuangkan dengan menggebu-gebu. Pun ia telah begitu asri menari dalam sriwedari. Elok rupa bak piala indah dipertontonkan. Kini sang pencinta tlah begitu dalam menuliskan.
Beberapa diantara pemain cinta begitu menggila dengan tarian magisnya. Beberapa lagi seolah semakin dalam terpaut di lubang hitam lingkaran cinta. Ya, semua punya dimensi dan sudut-sudut pemaparan yang berbeda jika telah bicara atas nama cinta. Mungkin tak seberapa rumit, tapi terkadang cinta begitu sulit dimengerti. Untaian kalimat dalam puisi cinta mencoba mengambil sisi tersembunyi dan sedikit menimbulkan elegi.
Hakikat cinta Tak Seberapa Hebat
Wajah yang didamba dalam semayam penuh maya
meraup isyarat rindu disinaran berlalu
bukan suara-suara jangkrik membuat gundah
dan ilalang dihias lentera berjingkrak seakan menari
Kuncup-kuncup mekar ditaman
berirama menembus pesona diri
Jiwamu mungkin tlah tiada kini
Jua, selayang pendamba masih saja berdiri
Aku tak sejajar dengan Romeo
Pun jauh tertinggal dari pujangga terkini
Namun kenyataan yang paling sederhana
Tak ada lagi makna yang tersembunyi
Bahwa cinta kini bukan ilusi
Mungkin rasa ini tak seberapa hebat
Mungkin raga ini tak seberapa kuat
Ya, mungkin saja….
Dan kenyataan lain yang tak bisa di ingkari
Manusia punya cara untuk mencinta pun di cinta
Dengan sederhana saja…
Usah lah berhasrat tinggi
Pawana dilangit sana pun tetap indah walau hanya dipandang sebatas diri
Usah lah bersedih hati
Hakikat cinta memberi bukan untuk menyakiti
Kalaupun kini raga sempat ragu akan cinta. Bukan berarti cinta adalah “HITAM”. Morfosa dan ubahan alur perasaan manusia memang sulit dipahami. Tak mungkin rasanya kita memahami satu persatu hakikat tersembunyi dari hati insan bernyawa. Pelukan mesra dari sang malam, terkadang hanyalah sambutan bisu dari suara angin yang sedang ingin berteduh.

Labuhan hati selalu menjadi misteri. Seakan menuntun sebuah pemahaman klise bahwa cinta adalah sesuatu yang tidak bisa diduga-duga. Ia begitu sangat tidak terkendali. Mungkin tak sampai lepas dari busurnya. Tapi magnetnya begitu gagah menarik diri. Bicaralah sesukanya tentang cinta. Jika telah lelah, cobalah untuk meneduhkan jiwa dalam tafakur panjang dihadapan Sang Pemilik Cinta sejati. Sebab disanalah cinta yang jujur, tanpa menimbulkan rasa sakit dan lelah hati.

Seandainya cerita cinta dua insan selalu berkesudahan tawa, tentu makna cinta akan timpang dan terasa hampa. Hanya yang menginginkannya dengan ketulusan hati yang mungkin saja dapat menikmati.
(Oleh Ghazali Kareem iffredista <> Untuk Rumputliar.com)



Related Posts