Pengertian Virus, Worm, dan Trojan

 0
Pengertian Virus, Worm, dan Trojanby Ghazali Kareem Iffredistaon.Pengertian Virus, Worm, dan TrojanEmail Print Pengertian virus merupakan salah satu topik yang sering dibicarakan jika kita berbicara masalah TI (teknologi informasi). Virus merupakan salah satu malware. Malware dapat diartikan sebagai program computer berbahaya yang jika sudah menginfeksi computer, dapat berdampak terhadap kerusakan sistem atau kehilangan data-data di dalamnya. Secara umum, malware dibagi menjadi tiga, yaitu virus, worm, dan […]
Pengertian virus merupakan salah satu topik yang sering dibicarakan jika kita berbicara masalah TI (teknologi informasi). Virus merupakan salah satu malware. Malware dapat diartikan sebagai program computer berbahaya yang jika sudah menginfeksi computer, dapat berdampak terhadap kerusakan sistem atau kehilangan data-data di dalamnya. Secara umum, malware dibagi menjadi tiga, yaitu virus, worm, dan Trojan. Banyak orang yang tidak tahu perbedaan antara virus, worm, dan Trojan horse. Untuk lebih gampangnya, banyak orang menyebut semua itu dengan satu nama, yaitu virus. Dulu saat aku masih sekolah, aku juga termasuk orang yang menyebut semua intruder tersebut dengan nama virus. 
Tapi setelah masuk perguruan tinggi, yang kebetulan diterima di Fakultas Teknologi Informasi, aku mulai mengenal perbedaan-perbedaan antara virus, worm, dan Trojan. Virus adalah salah satu program penyalahgunaan komputer yang dapat disebarkan melalui file berformat .exe (Executable file). Virus tidak akan bekerja jika pengguna komputer tidak menjalankan program .exe tersebut. Di dalam komputer, virus akan mengembangbiakkan dirinya melalui program-program dan dokumen yang terinfeksi virus tersebut. Jika dianalogikan dengan virus yang terdapat pada cabang ilmu sains, virus akan menempel pada file .exe sebagai inangnya. Setelah itu, program dan dokumen yang dirusak dalam komputer dianalogikan sebagai organ-organ tubuh yang terinfeksi virus.
Jika virus membutuhkan pengguna komputer (user) sebagai inang atau perantaranya, Worm tidak membutuhkan semua itu. Worm bisa berpindah dengan menggunakan script khusus yang dibuat untuk berpindah tanpa bantuan pengguna komputer. Dan yang lebih mengerikan adalah worm dapat menduplikasi (memperbanyak) dirinya sendiri. Bahkan worm bisa memperbanyak dirinya menggunakan jaringan yang dipakai banyak pengguna seperti hotspot atau wi-fi. Jika dianalogikan dengan worm dalam arti yang sebenarnya, yaitu cacing, bukankah cacing juga mempunyai kemampuan untuk berkembang biak sendiri tanpa bantuan manusia. Mungkin karena itulah malware dengan kemampuan seperti ini dinamai worm.
Yang terakhir, tentang Trojan Horse. Mungkin ada beberapa diantara orang yang belum tahu tentang sejarah malware bernama Trojan ini. Dahulu kala, bangsa Yunani dan Troy melakukan peperangan selama bertahun-tahun. Kemudian bangsa Yunani memberikan hadiah kepada bangsa Troy berupa kuda kayu yang sangat besar dan meyakinkan bangsa Troy bahwa kuda tersebut dapat memberikan kekuatan yang besar kepada bangsa mereka. Tapi tentu saja itu semua hanya tipu muslihat dari bangsa Yunani. Ternyata bangsa Yunani menyembunyikan tentara mereka di dalam kuda raksasa tersebut dan menghancurkan bangsa Troy dalam waktu semalam. 
Dari sinilah munculnya istilah Trojan yang merupakan penyusup, yang terbungkus rapi di dalam suatu program, namun dapat menjadi perusak yang sangat berbahaya begitu Trojan tersebut beraksi. Trojan biasanya dimanfaatkan untuk mencuri password suatu komputer, nomor kartu kredit, maupun data-data penting lainnya. Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati dengan program-program berbahaya ini. Pasang antivirus dan antimalware pada komputer , lakukan scanning virus dan update antivirus secara berkala, dan hati-hati terhadap segala bentuk program yang mencurigakan, dan program-program dengan format file yang tidak semestinya (misalnya file lagu berformat .exe).



Related Posts