Cerita Legenda : Danau Toba

 0
Cerita Legenda : Danau Tobaby Ghazali Kareem Iffredistaon.Cerita Legenda : Danau TobaEmail Print Cerita Legenda Danau Toba – Siapa yang tidak mengenal danau Toba, dari keindahannya seluruh masyarakat mengenalnya. Dibalik keindahan danau Toba yang berada di Sumatera Utara itu terdapat sebuah cerita rakyat yang sudah melegenda tentang asal mula terbentuknya danau Toba. Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang petani yang berusia cukup muda yang tinggal disebuah […]
Cerita Legenda Danau Toba – Siapa yang tidak mengenal danau Toba, dari keindahannya seluruh masyarakat mengenalnya. Dibalik keindahan danau Toba yang berada di Sumatera Utara itu terdapat sebuah cerita rakyat yang sudah melegenda tentang asal mula terbentuknya danau Toba.
Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang petani yang berusia cukup muda yang tinggal disebuah desa. Dia bernama Toba. Petani ini sangatlah rajin menggarap sawah dan ladang miliknya meski tidak terlalu luas. Tiap hari dia habiskan waktunya untuk bertani dan sesekali dia menghibur dirinya dengan pergi memancing ke sebuah sungai dekat rumahnya.
            
Hingga suatu hari dia pergi memancing kesungai itu, lama sudah dia menunggu ikan tapi tak satupun ikan yang mau mendekatinya
“Aneh kenapa hari ini tidak ada ikan yang mendekati kailku, payah” keluh Toba
Berjam-jiam dia tetap menunggu dan duduk diatas batu sendiri hingga matahari mulai menyembunyikan sinarnya lagi.
“Aduh macam apa pula ini, hari sudah gelap mengapa tak ada ikan yang mendekat” gerutu Toba
Rupanya suara keluh kesah Toba didengar oleh seekor ikan yang berukuran besar, berwarna merah keemasan dengan mata yang besar nan indah. Ikan itupun mendekati kail Toba dan menggoyang-goyangnya. Sontak saja Toba kaget dan mengangkat kailnya. Dilihatnya ternyata dia mendapat seekor ikan yang sangat cantik.
“Wah cantik pula kau ikan, sudah gemuk, warna kulitmu indah bersinar, dan matamu hmm sungguh indah” puja Toba.
“Penantianku tak sia sia ternyata”
            
Toba pun bergegas pulang dan siap untuk menggoreng ikan tersebut karena perutnya sudah keroncongan daritadi. Sesampainya dirumah dia taruh ikan itu dalam sebuah kaleng besar. Tiba-tiba saja ikan itu bisa berbicara dan membuat Toba terkejut bukan kepalang.
“Tuan, saya mohon jangan makan aku, aku mau menjadi pendamping hidupmu tapi tolong jangan makan aku” pinta ikan itu
“Haaaah ? kau ikan bagaimana bisa bicara dan mau jadi pendampingku ?” tanya Toba denga heran
Beberapa saat kemudian Toba terkejut lagi melihat ikan itu berubah menjadi sosok perempuan yang sangat cantik sekali.
“Aku sebenarnya juga manusia Tuan panggil saja aku putri, maukah kau menjadi suamiku?” pintanya
“Tapi….tapi…ya aku maulah menjadi suami perempuan secantik kau ini” kata Toba
            
Akhirnya merekapun menjadi seorang suami istri dengan perjanjian Toba tidak boleh menceritakan asal usulnya yang berasal dari ikan kepada orang lain. Mereka sangat serasi dan hidup bahagia. Tiap hari Toba menjadi semakin rajin dan giat bekerja untuk istrinya. Hingga membuat mereka hidup serba berkecukupan bahkan tak pernah kurang. Para tetangga Toba pun curiga dengan kehidupannya yang semakin hari semakin berkecupukan. Hingga muncul rumor bahwa Toba menyimpan makhluk halus. Tetapi desas-desus itu diacuhkanya sampai akhirnya mereka dikaruniai seorang anak putra yang bernama Samosir. Kebahagiaan mereka semakin bertambah.
            
Hingga pada suatu hari Samosir yang memiliki keanehan sering merasa lapar itu, disuruh ayahnya untuk membantu bekerja, namun dia justru menolak dan lebih memilih bermain kembali. Toba merasa jengkel karena anaknya tak mau menuruti perintahnya. Dia memarahi Samosir hingga menangis.
“Sudahlah pak jangan marahin dia terus, kasian kan. Toh dia juga anak kita yang sabar ya” bujuk istri.
Namun kesabaran itu pasti ada batasnya suatu ketika, sang ayah menyuruh Samosir untuk mengirimkan makan siangnya ke sawah
“Sir.. jangan lupa ntar siang kirim Bapak makan ya”
“Gak mau ah, aku mau main” jawab Samosir
Karena Toba sudah merasa jengkel dengan ditolaknya tiap kali dia menyuruhnya akhirnya dia marah sekali kepada Samosir
“Dasar anak gak tau diuntung gak punya balas budi sama orang tua”
Samosir pun berlari sambil menangis dan menceritakan semuanya kepada ibunya. Sang ibu pun merasa sangat sedih dan kecewa.
“Sudahlah nak jangan menangis lagi, sekarang kamu pergi ke bukit seberang itu dan panjatlah pohon” pinta ibunya
Samosir pun menuruti perintah ibunya meski tidak tahu apa maksutnya. Kemudian sang ibu berlari ke sungai dan menceburkan dirinya seketika itu juga dia berubah menjadi seekor ikan yang besar lagi. Tak lama berselang terdengar suara guntur gemuruh dan kilat yang menyambar. Seketika itu juga terjadilah hujan yang sangat lebat dan air sungai meluap-luap ke daratan yang mengakibatkan tenggelamnya desa itu. Lama-kelamaan genangan air itu semakin meluas dan merubah desa itu menjadi danau yang amat besar yang dinamakan Danau Toba. Sedangkan bukit yang tadinya didaki oleh Samosir menjadi pulai kecil yang berada ditengah-tengah danau dan dinamakan pula Pulau Samosir.
Perang Dunia ke 3 | Surga Dunia



Related Posts