ILMU NEGARA: ASAL-USUL TERJADINYA NEGARA

 0
ILMU NEGARA: ASAL-USUL TERJADINYA NEGARAby Ghazali Kareem Iffredistaon.ILMU NEGARA: ASAL-USUL TERJADINYA NEGARAEmail Print Negara adalah organisasi yang di dalamnya terdapat rakyat, wilayah yang permanen, dan pemerintahan yang berdaulat. Ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk negara dinamakan ilmu negara. Secara etimologis, “negara” berasal dari bahasa asing Staat (Belanda, Jerman) atatu State (Inggris). Kata negara yang lazim digunakan di Indonesia berasal dari bahasa sansekerta “nagari” atau  “nagara” yang […]
Negara adalah organisasi yang di dalamnya terdapat rakyat, wilayah yang permanen, dan pemerintahan yang berdaulat. Ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk negara dinamakan ilmu negara. Secara etimologis, “negara” berasal dari bahasa asing Staat (Belanda, Jerman) atatu State (Inggris). Kata negara yang lazim digunakan di Indonesia berasal dari bahasa sansekerta “nagari” atau  “nagara” yang berarti wilayah, kota atau penguasa.

Pada umumnya ada 3 (tiga) dalam mempelajari terjadinya negara, yaitu pendekatan teoritis, proses pertumbuhan primer dan sekunder,dan pendekatan faktual.
  • ·         Pendekatan teoritis
Terjadinya negara menurut teoritis adalah pendekatan dilakukan berdasarkan pendapat para ahli yang masuk akal dari berbagai penelitian.
1.       Teori Ketuhanan
Para penguasa negara adalah wakil Tuhan. Terbagi dalam 2 teori yaitu teori Ketuhanan Langsung dan Tidak Langsung. Teori Ketuhanan Langsung jika suatu negara awalnya ada karena sudah menjadi kehendak Tuhan secara langsung, sehingga raja dianggap jelmaan Tuhan, utusan Tuhan, Dewa bahkan Tuhan itu sendiri. Contoh: Raja Fir’aun dari mesir yang mengaku dirnya sebagai Tuhan.
Teori Ketuhanan Tidak Langsung
Negara memang ada karena kehendak Tuhan, namun secara tidak langsung melainkan melalui penciptaan manusia lebih dulu kemudian menjadi raja. Pada negara modern dapat diketahui melalui konstitusinya dengan mencantumkan kalimat “ by the grace of God”.
2.       Teori perjanjian masyarakat
Negara terbentuk karena adanya kontrak sosial (perjanjian masyaarakat). Masyarakat membentuk perjanjian untuk membentuk negara dan menyerahkan sebagian kedaulatannya kepada negara untuk menyelenggarakan kepentingan masyarakat. Jadi disini istilah rakyat menyerahkan kekuasaan kepada negara disebut Pactum subjectionnes.
3.       Teori kekuasaan
Negara terbentuk atas dasar kekuasaan, dan kekuasan merupakan ciptaan dari mereka yang paling kuat dan berkuasa.
4.       Teori Kedaulatan
Dibagi menjadi dua, yaitu kedaulatan negara dan kedaulatan hukum. Pada kedaulatan negara kekuasaan tertinggi dipegang oleh negara, negara yang menciptakan hukum. Sementara kedaulatan hukum adalah hukum yg menguasai negara dan hukum lebih tinggi kedudukannya dari negara yg berdaulat.
5.       Teori hukum alam
Kekuasaan alam berlaku untuk tiap waktu dan tempat, serta bersifat universal dan tidak berubah.
  • ·         Pertumbuhan primer dan sekunder
Terjadinya negara secara primer berawal dari adanya sebuah suku/ persekutuan masyarakat kemudian berkembang menjadi kerajaan yang dkepalai oleh raja yang awalnya merupakan kepala suku (primus interpares), lalu berkembang lagi menjadi fase negara nasional yang dikepalai oleh raja yang absolut dan tersentralisasi. Karena kepemimpina yang sentral rakyat ingin mengendalikan pemerintah lalu terbentuklah fase negara demokratis. Sementara terbentuknya negara secara sekunder adalah negara sudah ada sebelumnya. Lalu terjadi revolusi, intervensi dan penaklukan maka muncullah negara bar.
  • ·         Pendekatan Faktual
Pendekatan ini didasarkan pada kenyataan yg benar-benar terjadi. Pendekatan ini meliputi: occupatie (pendudukan), fusi (peleburan), cessie (penyerahan), accessie (penarikan karena proses alam), anexatie (pencaplokan), proclamation (proklamasi), innovation ( pembentukan baru), dan separatisme (pemisahn).



Related Posts