Jenis-jenis Motor Klasik

 0
Jenis-jenis Motor Klasikby Ghazali Kareem Iffredistaon.Jenis-jenis Motor KlasikEmail Print Motor klasik! Siapa yang tidak akan menoleh ketika mendengar kata-kata tersebut. Dengan bodi motor yang seksi dan ramping serta lekukan-lekukan yang memiliki ciri khas tersendiri tentu saja membuat mata terkesima. Terutama bagi mereka para penggemar fanatik motor klasik. Bagi kolektor ini, motor klasik bak harta berharga yang tidak bisa ditukar dengan apapun. Bahkan […]
Motor klasik! Siapa yang tidak akan menoleh ketika mendengar kata-kata tersebut. Dengan bodi motor yang seksi dan ramping serta lekukan-lekukan yang memiliki ciri khas tersendiri tentu saja membuat mata terkesima. Terutama bagi mereka para penggemar fanatik motor klasik. Bagi kolektor ini, motor klasik bak harta berharga yang tidak bisa ditukar dengan apapun. Bahkan seiring dengan umurnya yang sudah tua, tak jarang mereka harus berburu ke negara asal motor klasik ini untuk mendapatkan suku cadang asli sebagai pengganti suku cadang yang telah rusak. Ada beberapa jenis motor klasik yang paling sering digandrungi oleh kolektor motor klasik. Mulai dari motor klasik produksi Ducati, Dampf Kraft Wagen, Zundapp, Birmingham Small Arms Company, Norton Motorcycle, Triumph hingga BMW.


Usia motor-motor klasik yang dikoleksi memiliki usia rata-rata diatas 50 tahun, dan memiliki desain serta fisik yang sangat jauh berbeda dengan motor masa kini. Dan justru perbedaan inilah yang menjadi daya pikat bagi kolektor motor klasik. Motor klasik masuk ke Indonesia berawal ketika masa penjajahan, masuknya barang impor hingga dibawa langsung dari negara asalnya oleh pemilik awalnya.


Kemampuan motor klasik juga tak kalah dengan motor-motor zaman sekarang. Motor klasik memiliki keunggulan tersendiri dalam urusan kecepatan ataupun kapasitas mesin. Ada yang memiliki kapasitas mesin mulai dari 198 cc dengan putaran mesin sampai 3.500 rpm789 cc, hingga 789 cc dengan putaran mesin yang mampu mencapai rate 8.500 rpm.


Ducati

Motor klasik pertama yang memiliki kapasitas mesin paling rendah adalah Ducati 55 yang diproduksi oleh pabrikan Ducati asal Italia pada tahun 1956. Di negara asalnya, Ducati 55 ini diberi julukan Cucciolo karena memiliki kapasitas mesin hanya 50 cc. Untuk menyalakan mesinnya, pengendara harus melakukan ‘olahraga kaki’ alias menggunakan tuas engkol kaki (menyerupai engkol sepeda) dengan mengayuhnya. Posisi kaki ketika mengendarainya pun persis seperti kita mengendarai sepeda. Nah jika ingin mengerem, tinggal putar saja tuas engkol ke arah yang berlawanan. 

Dampf Kraft Wagen (DKW)

Pabrikan asal Jerman ini memproduksi mobil klasik yang masih terkenal hingga saat ini, yaitu DKW Hummel yang diproduksi pada tahun 1956. Dan sama seperti Ducati, starter pada motor ini menggunakan engkol kaki seperti yang digunakan pada sepeda. 

Zundapp

Zundapp KS100 keluaran 1965 merajai masa keemasannya dengan kapasitas mesin 50 cc. Motor produksi pabrikan asal Jerman ini mulai masuk ke Indonesia antara tahun 1951-1952. 13 tahun kemudian Zundapp memproduksi tipe terbaru KS100 dengan kapasitas mesin 100 cc.

BSA (Birmingham Small Arms) Company

BSA awalnya adalah sebuah pabrik senjata yang berhasil mengembangkan produksinya dibidang sepeda motor. Produk BSA yang paling terkenal dan sering dikejar-kejar oleh kolektor adalah tipe BSA C12 keluaran tahun 1956 dengan kapasitas mesin 250 cc, dan Godenflash Twin keluaran tahun 1957 dengan kapasitas 650 cc. Kedua tipe motor ini merajai pasaran otomotif ketika masa Perang Dunia II dan ikut terbawa ke Indonesia.


Norton Motorcycles

Pabrikan asal Inggris yang bermarkas di Birmingham, Norton Motorcycles terkenal pada era 60-an berkat kemenangan yang diraih mereka di dunia balap motor. Tipe yang terkenal adalah Norton ES2 dengan kapasitas 500 cc yang diproduksi pada tahun 1952. Indonesia menggunakan motor ini untuk kendaraan petugas di lapangan saat perang.

Triumph
Diproduksi oleh Triumph Engineering Co. Ltd yang bermarkas di Conventry, Inggris. Triump masuk ke Indonesia pada tahun 1951 setelah melakukan merger dengan BSA. Produk motor mereka yang terkenal adalah Triumph Tiger 100. Memiliki suara knalpot yang lembut dan kapasitas mesin lebih besar, dan kecepatan larinya yang cukup kencang.


BMW
BMW mulai dari zaman dahulu kala hingga sekarang selalu menjadi pilihan bagi peminat motor, baik motor klasik ataupun motor sportynya. Merk motor klasik yang sering menjadi incaran para kolektor adalah tipe R23, R25 dan R51.



Related Posts