Pengertian Drama dan Unsur Yang Membangun

 0
Pengertian Drama dan Unsur Yang Membangunby Ghazali Kareem Iffredistaon.Pengertian Drama dan Unsur Yang MembangunEmail Print Berakting adalah kegiatan memerankan suatu karakter tokoh dengan penjiwaan. Nah berakting tidak harus menjadi seorang artis atau publik figur dan ditayangkan televisi. Kita  bisa berakting dalam sebuah drama. Pengertian drama sendiri adalah sebuah karya sastra yang dalam bentuk dialog yang dimaksudkan untuk dipentaskan. Inilah kelebihan dari drama, terdapat unsur pementasan yang mengungkapkan isi […]
Berakting adalah kegiatan memerankan suatu karakter tokoh dengan penjiwaan. Nah berakting tidak harus menjadi seorang artis atau publik figur dan ditayangkan televisi. Kita  bisa berakting dalam sebuah drama. Pengertian drama sendiri adalah sebuah karya sastra yang dalam bentuk dialog yang dimaksudkan untuk dipentaskan. Inilah kelebihan dari drama, terdapat unsur pementasan yang mengungkapkan isi cerita secara langsung dan dipertontonkan di depan umum. 
Yang menjadi ciri dari sebuah drama adalah memiliki sifat penokohan yang sangat penting dalam mengungkap cerita di dalamnya. Oleh karena itu tiap tokoh harus menjiwai dan mendalami sifat-sifat tokoh yang akan diperankan sebagai penyampai maksud, isi dan amanat dari pengarang cerita.
Kemudian kita lihat apa saja unsur yang membangun sebuah drama :
·         Naskah drama (unsur terpenting dalam drama)
·         Pemain
·         Tempat pertunjukan
·         Penonton
Keempat unsur ini tidak dapat dipisahkan dan saling berhubungan. Jika salah satu unsur tidak ada, maka sebuah drama tidak akan berhasil atau terlaksana. Sedangkan unsur intrinsik dalam drama sama seperti karya sastra lainya baik cerpen, novel dan roman yaitu :
·         Tema, yaitu berupa pokok pikiran dalam pembuatan naskah drama yang dikembangkan menjadi sebuah cerita yang menarik untuk dipertontonkan
·         Petokohan/watak, yaitu sifat atau karakter pemain. Karakter tokoh dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu
·         Tokoh protagonis, berwatak baik dan mendukung cerita
·         Tokoh antagonis, berwatak jahat dan menentang cerita
·         Tokoh tritagonis, sebagai penengah antara tokoh protagonis dan antagonis
·         Plot, yaitu alur jalanya rangkain cerita atau peristiwa. Perkembangan alur dalam drama terdiri dari 6 macam tahapan yaitu :
·         Tahap perkenalan
·         Konflik, mulai terjadi kejadian atau insiden yang menjadi dasar cerita drama
·         Komplikasi, dimana konflik semakin berkembang
·         Krisis, konflik berada dipuncak permasalahan
·         Tahap penyelesaian, tahap memecahkan konflik
·         Tahap akhir, konflik dapat diselesaikan dan diakhiri
·         Amanat, yaitu pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pendengar
·         Dialog, yaitu percakapan sebagai perwujudan naskah drama yang dilakukan oleh tokoh
·         Setting atau latar, yaitu tempat, ruang, waktu, suasana terjadinya adegan. Jadi panggung drama harus menggambarkan setting drama yang dipermainkan.
·         Bahasa, yaitu bagaimana penulis menggunakan tata bahasanya dalam menulis sebuah naskah drama
·         Interpretasi, yaitu penafsiran drama yang dimainkan di relasi kan dengan kehidupan di masyarakat zaman sekarang.
Setelah kita tahu pengertian dan unsur drama, kita juga perlu mengetahui macam-macamnya drama. Tidak selamanya drama harus dipentaskan disini drama dilihat dari aspek bentuknya yaitu
·         Drama prosa, drama yang tujuannya untuk dipentaskan
Contohnya drama romantis, drama komedi, drama realistis, drama simbolis (berasal dari cerita rakyat atau legenda)
·         Drama puisi, drama yang tujuannya tidak untuk dipentaskan
Contohnya force, melodrama, drama monolog.
Nah, jadi berakting tidak harus menjadi artis sinetron dulu kan, jika kita mempunyai bakat akting kita bisa mengembangkan lewat ekstrakurikuler teater karena kita bisa memainkan drama apa saja mulai drama romantis, drama komedi, drama dari cerita legenda, drama realistis dan sebagainya.