Buku elektronik atau buku cetak?

 0
Buku elektronik atau buku cetak?by Ghazali Kareem Iffredistaon.Buku elektronik atau buku cetak?Email Print Di jaman yang serba digital ini, pengguna buku elektronik semakin bertambah. Menggunakan buku elektronik memang dirasa lebih banyak menawarkan keuntungan dibandingkan dengan buku cetak. Apakah yang dimaksud buku elektronik atau yang biasa disebut dengan e-book (electronic book)? Buku elektronik adalah buku yang berbentuk digital, berupa softcopy, dan tidak menggunakan kertas sebagai medianya. Buku […]
Di jaman yang serba digital ini, pengguna buku elektronik semakin bertambah. Menggunakan buku elektronik memang dirasa lebih banyak menawarkan keuntungan dibandingkan dengan buku cetak. Apakah yang dimaksud buku elektronik atau yang biasa disebut dengan e-book (electronic book)? Buku elektronik adalah buku yang berbentuk digital, berupa softcopy, dan tidak menggunakan kertas sebagai medianya. Buku elektronik bisa dibaca melalui komputer, laptop, smartphone, maupun komputer tablet. 
Saat ini Amazon sudah memiliki produk gadget sendiri untuk membaca buku elektronik, yaitu Kindle. Saat ini buku elektronik juga banyak dipakai di berbagai institusi dan untuk keperluan akademik. Selama saya kuliah, saya tidak pernah membawa buku cetak. Saya selalu menggunakan buku elektronik yang saya simpan dalam laptop saya. Hal ini membuat kita menjadi tidak usah repot-repot membawa banyak buku untuk beberapa mata kuliah dalam satu hari. Asalkan kita membawa alat yang bisa digunakan untuk membaca buku eletronik tersebut, membaca buku juga bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. 
Buku elektronik biasanya tersedia dalam formal file .pdf. yang bisa dibuka dengan Buku elektronik pun sama seperti buku cetak. Mereka juga mempunyai penerbit resmi dan diterbitkan secara resmi. Biasanya buku yang diterbitkan dalam bentuk buku elektronik juga mempunyai buku versi cetaknya. Hal ini dikarenakan masih banyak orang yang lebih memilih untuk membaca buku cetak daripada buku elektronik karena lebih nyaman. Terkadang mata banyak orang lebih mudah capek jika terlalu lama menatap layar monitor atau layar smart gadget. 
Saya sendiri lebih memilih buku cetak dari segi kenyamanan, tapi tentu saja buku elektronik jauh lebih praktis. Saya tidak tahu bagaimana mekanisme pembelian buku elektronik untuk suatu institusi akademik. Mungkin sama seperti membeli buku cetak atau mungkin saja kita bisa menyebarkan buku itu dengan cara meng-copy-kan file nya ke orang lain asalkan kita membayar lisensi selama periode waktu tertentu seperti saat berlangganan jurnal ilmiah. 
Institut saya berlangganan jurnal ilmiah dari IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) Xplore dan Science Direct dengan membayar kira-kira sebesar 2 Milyar pertahun untuk memfasilitasi para mahasiswanya dalam hal kebutuhan jurnal ilmiah, artikel ilmiah, standar, dan proceeding. Penyedia konten jurnal itupun mempunyai persyaratan tersendiri dalam mengambil konten-konten yang ada dalam website bank jurnalnya. Pelanggan boleh mengambil (mendownload) jurnal ilmiah sebanyak apapun tetapi tidak boleh secara “massive”. 
Download secara massive adalah dengan menggunakan aplikasi downloader yang bisa langsung mengambil banyak konten jurnal dalam jumlah yang sangat besar dalam waktu singkat. Jika ditemukan adanya pen-download-an konten jurnal secara massive, maka pelanggan tersebut akan diblokir sementara sampai ada tindak lanjut untuk mengatasi masalah itu. Apapun pilihan mu, buku elektronik maupun buku cetak, buku tetaplah gudang ilmu yang sangat bermanfaat.
Dampak Global Warming | Arah Mata Angin