Asal Usul Danau Toba

 0
Asal Usul Danau Tobaby Ghazali Kareem Iffredistaon.Asal Usul Danau TobaEmail Print Danau Toba adalah danau volkanik terbesar di dunia. Dengan panjang 100 km dan lebar 30 km, dan memiliki kedalaman 505 m, danau ini terletak di bagian utara pulau Sumatera. Dikelilingi pegunungan tinggi, di tengah danau ini terdapat pulau Samosir di tengahnya. Seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia, asal usul Danau Toba ini telah […]
Danau Toba adalah danau volkanik terbesar di dunia. Dengan panjang 100 km dan lebar 30 km, dan memiliki kedalaman 505 m, danau ini terletak di bagian utara pulau Sumatera. Dikelilingi pegunungan tinggi, di tengah danau ini terdapat pulau Samosir di tengahnya. Seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia, asal usul Danau Toba ini telah menjadi cerita rakyat secara turun temurun.
 
Pada zaman dahulu di Sumatera, Indonesia, hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Dia hidup sendirian. Setiap hari dia bekerja di ladang dan pergi memancing tanpa kenal lelah. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

 

Asal Usul Danau Toba
Suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, dia bermaksud memancing ikan untuk lauk makannya hari ini. Dengan membawa umpan, kail dan tempat penyimpanan ikan, dia pergi menuju sungai tersebut. Setelah sampai di sungai, petani itu segera melempar kailnya. Saat menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdo’a, “Ya Tuhan, kuharap aku bisa mendapat banyak ikan hari ini.” Setelah itu, kailnya terlihat bergerak-gerak, dia segera menariknya. Petani itu sangat gembira, karena dia mendapatkan ikan yang sangat besar dan indah. 

 
Setelah memperhatikan ikan yang ditangkapnya, petani tersebut sangat terkejut. Ternyata ikan tersebut bisa bicara. “Tolonglah Tuan, jangan makan aku! Biarkan aku hidup,” ikan tersebut menangis. Tanpa banyak bertanya, petani tersebut mengembalikan ikan itu kembali ke air. Setelah ikan tersebut kembali ke air, petani tersebut terkejut, karena ikan itu tiba-tiba berubah menjadi seorang wanita yang cantik. “Jangan khawatir, Tuan, saya tidak akan menyakiti Anda”, kata ikan itu. “Siapa kamu? Apakah kamu ikan yang tadi?” tanya petani itu. 
 
“Saya adalah seorang putri yang dikutuk, karena telah melanggar peraturan kerajaan”, jawab wanita tersebut. “Terima kasih telah menyelamatkan saya dari kutukan tersebut, dan sebagai rasa terima kasih saya, saya bersedia menjadi istri Anda”, kata wanita itu. Petani tersebut setuju. Lalu mereka akhirnya menjadi sepasang suami istri. Namun, ada satu janji yang harus disetujui oleh petani tersebut, bahwa dia tidak boleh memberitahu asal usul bahwa wanita tersebut adalah seekor ikan. Jika janji tersebut dilanggar akan terjadi malapetaka besar. 

 
Setelah sekian lama mereka menikah, petani tersebut akhirnya menjadi semakin bahagia, karena istri petani itu melahirkan seorang anak laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang tampan dan kuat, tapi ada satu kebiasannya yang membuat orang tuanya kebingungan. Anak itu terus merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Tidak peduli seberapa banyak yang dia makan.
 
Suatu hari anak tersebut diminta oleh ibunya untuk mengirim makanan dan minuman ke ladang tempat ayahnya bekerja. Tapi tugasnya tidak dijalankan dengan baik. Semua makanan yang seharusnya dikirimkan kepada ayahnya dimakan sendiri oleh anak tersebut, dan setelah itu dia tertidur di gubuknya. Petani yang menunggu kedatangan anaknya, menahan haus dan lapar. Karena sudah tidak bisa lagi menahan lapar, dia pulang ke rumah. Di perjalanan pulang, petani itu melihat anaknya tertidur di gubuk. Petani itu segera membangunkannya, “Hei, bangun!” bentak petani itu. 

 
Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan perihal makanannya. “Di mana makanan untuk ayahmu?”, tanya sang petani. “Aku memakannya”, jawab anak itu. Dengan suara lantang petani itu langsung memarahi anaknya. “Anak tidak tahu diri! Anak yang tidak berguna! Anak ikan!”, teriak petani itu tanpa menyadari bahwa dia telah melanggar janjinya pada istrinya. 

 
Setelah petani itu menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba istri dan anaknya menghilang tanpa jejak. Dari tempat di mana petani itu menjejakkan kakinya saat memarahi anaknya, tiba-tiba keluar air dengan arus yang kuat. Air tersebut dengan cepat berkumpul dan meninggi. Akhirnya terbentuklah sebuah danau. Danau tersebut saat ini dikenal dengan nama Danau Toba.
 
Mobil Unik | Asal Usul Surabaya | Aneh Tapi Nyata



Related Posts