Macam-macam Batik dan Daerah Asalnya

 0
Macam-macam Batik dan Daerah Asalnyaby Ghazali Kareem Iffredistaon.Macam-macam Batik dan Daerah AsalnyaEmail Print Macam-macam Batik dan Daerah Asalnya (19/05). Batik, seperti yang telah kita ketahui adalah salah satu pakaian yang merupakan warisan kebudayaan ciri khas asli bangsa Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Batik saat ini menjadi sangat terkenal di kalangan masyarakata dengan berbagai tingkat sosial sebagai bahan pakaian yang masih mengandung unsure tradisional yang […]
Macam-macam Batik dan Daerah Asalnya (19/05). Batik, seperti yang telah kita ketahui adalah salah satu pakaian yang merupakan warisan kebudayaan ciri khas asli bangsa Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Batik saat ini menjadi sangat terkenal di kalangan masyarakata dengan berbagai tingkat sosial sebagai bahan pakaian yang masih mengandung unsure tradisional yang kental. Ditambah lagi batik memiliki berbagai macam batik sesuai dengan daerah asalnya dengan desain dan motif tersendiri yang khas.

Macam-macam batik yang terkenal di dunia pakaian antara lain batik Madura, batik Pekalongan, batik Solo dan batik Keraton/Jogja. Walaupun keempat macam batik ini sama-sama batik, tapi masing-masingnya memiliki ciri khas tersendiri yang menampilka adat dan kebudayaan dari daerah asal pembuatannya.

Batik Madura 

macam-macam batik madura

Batik Madura berasal dari salah satu daerah yang ada di pulau Madura, yaitu kabupaten Pamekasan. Di daerah ini banyak sekali pengrajin batik khas Madura yang dapat kita jumpai dengan toko-toko penjual batik Madura yang berderet rapi di sepanjang jalan. Ciri khas yang dimiliki batik Madura ini adalah desain dan motifnya yang tergolong berani dengan menggunakan warna-warna cerah, seperti merah, kuning atau hijau muda. 

Motif dan desain yang digunakan bisa beragam, apakah motif yang menampilkan kebudayaan Madura sendiri, kehidupan masyarakatnya sehari-hari hingga motif yang mengandung nilai modern. Keunikan lain yang dimiliki batik Madura adalah proses pembuatannya yang masih menggunakan cara manual dengan dilukis/ditulis menggunakan tangan sang pengrajin sendiri. 


Batik Pekalongan 

 

Batik Pekalongan sebenarnya memiliki kemiripan dengan beberapa batik Solo atau batik Jogja. Ciri khas pembeda yang dimiliki oleh batik asal Pekalongan ini adalah penggunaan motif dan desain batik yang cenderung menggunakan motif geometris dengan menggunakan gambar benda hidup seperti hewan. Hewan yang sering digunakan dalam motif batik Pekalongan adalah burung merak, burung kaswari yang diiringi dengan motif titik-titik atau garis-garis berbagai bentuk dan ukuran. Warna-warna batik Pekalongan juga cenderung menggunakan warna cerah seperti merah, kuning, hijau, ungu ataupun jingga. 


Batik Solo 

 

Batik Solo juga merupakan salah satu batik yang sangat terkenal di kalangan pecinta batik, dan sangat sering di gunakan dalam upacara pernikahan. Batik Solo memiliki desain dan motif yang disebut motif ‘sido asih’ dengan pola berbentuk segi empat. Lalu ada pula motif ‘ratu ratih’, motif ‘parang kusuma’ dengan bentuk garis berlekuk-lekuk menyerupai bentuk bunga, motif ‘bokor kencana’ dan motif ‘sekar jagad’. Kelima motif batik ini mengandung nilai-nilai kehidupan tersendiri, dan bukan hanya berupa sekedar desain dan motif batik saja. Batik Solo sering digunakan pada pakaian pengantin Solo Basahan. 


Batik Jogja/Keraton 

 

Batik Jogja atau yang dikenal dengan batik Keraton pada jaman dulu kala adalah batik yang hanya boleh digunakan oleh kaum bangsawan dan keluarga kerajaan ataupun digunakan pada acara-acara penting tertentu saja, misal acara pernikahan atau upacara adat. Ciri khas batim Jogja adalah penggunaan bahan kain berwarna putih dengan motif yang tetap menyisakan warna putih pada batiknya. Motif batik Jogja yang sangat terkenal adalah motif ‘parang rusak’ dan motif ‘parang barong’.